Sekolah
merupakan wadah belajar dan bermain yang menyenangkan ketika ekosistem belajar
terintegrasi dalam sebuah pembelajaran yang relevan, bermakna dan bermanfaat.
Visi misi sekolah juga harus mampu menumbuhkembangkan peserta didik untuk
menaklukan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Aktivitas Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) Maitreyawira merupakan bagian dari program tahunan
sekolah yang rutin dilakukan untuk memperkenalkan sekolah terhadap peserta
didik dan orang tua. Secara sederhana kegiatan ini juga diselenggarakan oleh
sekolah bukan hanya sekedar memperkenalkan antarsiswa dan fisik sekolah, namun
juga terhadap komponen lainnya: visi dan misi sekolah, program dan peraturan
sekolah, sarpras sekolah, metode pembelajaran, serta penanaman konsep
pengenalan diri, dan pembinaan oleh OSIS.
Hari pertama kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMPS Maitreyawira Deli Serdang Bapak Ir. Chandra, M.Si. serta seminar antiperundungan dari Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Bapak Drs. Seh Muli Pinem, M.Pd.
Kegiatan MPLS hari kedua dipimpin oleh tim OSIS dengan permainan-permainan edukatif. Tujuannya
untuk menggali potensi diri siswa, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
sekolah, menumbuhkan semangat dan motivasi belajar, pengembangan interaksi
antar siswa terhadap ekosistem sekolah dan sekitarnya terkhusus pada aspek
keamanan, fasilitas dan sarpras sekolah serta menumbuhkembangkan sikap mandiri,
gotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan berkebhinekaan global.
Hari terakhir kegiatan ini, peserta didik diajak touring sekolah yang dipimpin oleh
guru-guru serta pengenalan seluruh stakeholders
sekolah. Kemudian ditutup dengan memperkenalkan program baru untuk meningkatkan
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, yakni
praktik kebaktian mingguan peserta didik. Pada kegiatan ini, guru dan peserta
didik melakukan praktik kegiatan di Maha Vihara Maitreya.
Kegiatan MPLS
berajalan dengan baik dan lancar. Meskipun situasi pandemi Covid-19 masih belum
sepenuhnya hilang, tetapi tidak mengurangi semangat siswa dan guru-guru untuk
mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan mengikuti protokol kesehatan.